Kepemilikan motor gede (moge) seringkali dikaitkan dengan status sosial dan gaya hidup mewah. Namun, di balik kemewahan tersebut, tersembunyi risiko finansial yang sangat besar. Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Bengkulu kini secara aktif mendorong pembahasan mengenai pentingnya asuransi moge wajib bagi anggotanya, bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai upaya mitigasi risiko finansial yang tak terduga. Diskusi ini menjadi penting mengingat nilai investasi kendaraan mahal yang sangat rentan terhadap kerusakan, pencurian, atau kerugian pihak ketiga.
Pertanyaan apakah asuransi moge wajib menjadi regulasi internal klub adalah langkah proaktif HDCI Bengkulu dalam melindungi anggotanya. Moge, dengan harga beli yang fantastis, juga menuntut biaya perawatan dan perbaikan yang mahal. Jika terjadi kecelakaan atau kehilangan, risiko finansial yang ditanggung pemilik bisa mencapai ratusan juta rupiah, jumlah yang berpotensi menghancurkan kestabilan keuangan seseorang. Tanpa proteksi yang memadai, hobi touring yang menyenangkan bisa berubah menjadi mimpi buruk finansial dalam sekejap.
HDCI Bengkulu berpendapat bahwa kepemilikan asuransi moge wajib harus menjadi standar etika dalam komunitas kendaraan mewah. Asuransi tidak hanya mencakup kerusakan atau kehilangan kendaraan itu sendiri (all risk atau total loss only), tetapi juga mencakup tanggungan pihak ketiga (Third Party Liability). Dalam skenario terburuk di mana terjadi kecelakaan yang melibatkan pihak lain, asuransi ini dapat menanggung biaya pengobatan atau perbaikan properti pihak yang dirugikan. Hal ini secara langsung mengurangi risiko finansial yang harus ditanggung oleh pengendara secara pribadi dan juga melindungi nama baik klub dari tuntutan hukum.
Klub motor di Bengkulu ini mengambil peran edukatif yang serius. Mereka menyelenggarakan workshop dengan menggandeng perusahaan asuransi terkemuka untuk memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai jenis produk asuransi yang tersedia, serta bagaimana klaim bekerja. Tujuannya adalah menghilangkan anggapan bahwa asuransi hanyalah biaya tambahan yang memotong anggaran, melainkan melihatnya sebagai proteksi kendaraan mahal dan jaring pengaman finansial. Dengan adanya pemahaman yang baik, anggota dapat memilih jenis pertanggungan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan risiko touring mereka.
