Eksplorasi keindahan alam Bumi Rafflesia terasa kurang lengkap tanpa menyicipi kekayaan rasa lokalnya, dan HDCI Bengkulu hadir untuk Mempromosikan Kuliner hobi berkendara dengan misi pelestarian budaya. Melalui setiap agenda turing yang disusun, komunitas ini berkomitmen untuk mengangkat potensi daerah, terutama dalam hal kuliner tradisional yang seringkali menjadi harta karun tersembunyi di sepanjang jalur lintas Sumatera. Dengan singgah di warung-warung lokal dan sentra produksi pangan rakyat, para anggota komunitas tidak hanya sekadar menikmati hidangan, tetapi juga membantu memperluas jangkauan pasar para pelaku usaha kecil melalui publikasi digital yang masif.
Kegiatan mempromosikan kuliner lokal ini bukan tanpa alasan. Bengkulu memiliki ragam masakan unik seperti Pendap, gulai kemba’ang, hingga olahan durian yang khas seperti Lempuk. Namun, banyak dari hidangan ini yang belum dikenal luas oleh masyarakat di luar provinsi. HDCI Bengkulu melihat bahwa kunjungan ratusan motor besar ke sebuah titik kuliner selalu berhasil menarik perhatian publik dan media. Momen inilah yang dimanfaatkan untuk mendokumentasikan keunikan rasa dan proses pembuatan makanan tersebut agar dapat dikonsumsi oleh audiens yang lebih luas melalui media sosial masing-masing anggota.
Strategi wisata roda dua yang diusung oleh komunitas ini mengedepankan konsep ekonomi berbagi. Setiap rute turing sengaja dirancang untuk melewati desa-desa yang memiliki potensi kuliner spesifik namun jarang terjamah oleh wisatawan arus utama. Dengan kehadiran komunitas, terjadi perputaran uang secara langsung di tingkat akar rumput. Selain itu, interaksi antara para bikers dan pemilik usaha kuliner seringkali menghasilkan ide-ide baru mengenai kemasan produk yang lebih menarik agar bisa dijadikan oleh-oleh premium bagi para pelancong yang menggunakan kendaraan motor besar.
Bengkulu memiliki sejarah panjang yang memengaruhi cita rasa kulinernya, mulai dari pengaruh melayu, pesisir, hingga pengaruh sejarah kolonial Inggris. Hal ini menciptakan profil rasa yang kompleks dan menarik untuk diceritakan. Para anggota komunitas seringkali berperan sebagai pendongeng digital yang menceritakan filosofi di balik sebuah hidangan. Misalnya, bagaimana sebuah masakan tradisional disajikan dalam upacara adat dan kini menjadi hidangan harian yang tetap terjaga keasliannya. Narasi seperti ini memberikan nilai tambah bagi pengalaman wisata itu sendiri.
