Dunia otomotif di Sumatera selalu memiliki karakteristik yang unik, tidak terkecuali di Bumi Rafflesia. Belakangan ini, ada pemandangan yang berbeda di jalanan utama kota hingga jalan lintas pesisir barat. Para Bikers Bengkulu yang biasanya identik dengan motor pabrikan standar, kini mulai menunjukkan pergeseran minat yang sangat signifikan. Mereka mulai melirik penggunaan motor besar yang telah dimodifikasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan motor kustom. Fenomena ini bukan sekadar ikut-ikutan tren yang ada di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, melainkan sebuah bentuk pernyataan identitas diri.
Alasan utama mengapa Moge Custom menjadi primadona baru di Bengkulu adalah keinginan untuk memiliki kendaraan yang personal. Bagi seorang pengendara di Bengkulu, motor bukan hanya alat transportasi untuk menembus jarak antara Kabupaten Kaur hingga Mukomuko, tetapi juga sebuah karya seni yang berjalan. Dengan melakukan kustomisasi, seorang pemilik moge bisa menyesuaikan posisi berkendara, bentuk tangki, hingga karakter suara knalpot yang sesuai dengan kepribadiannya. Di tengah gempuran motor produksi massal, memiliki motor yang hanya ada satu di dunia memberikan kebanggaan tersendiri yang sulit dinilai dengan uang.
Selain faktor estetika, Tren ini tumbuh subur karena munculnya bengkel-bengkel kustom lokal yang kualitasnya mulai diakui. Para builder di Bengkulu kini tidak lagi hanya sekadar mengganti aksesori plug-and-play. Mereka sudah mulai berani melakukan ubahan ekstrem pada rangka dan mesin untuk menciptakan aliran seperti Bobber, Chopper, atau Cafe Racer yang basisnya adalah motor berkapasitas mesin besar. Keberanian para builder lokal ini didukung oleh ketersediaan informasi dari internet dan media sosial, yang memungkinkan mereka mempelajari teknik pengelasan dan pengecatan tingkat tinggi secara mandiri.
Secara geografis, Bengkulu memiliki rute yang sangat mendukung untuk memamerkan motor kustom. Jalur panjang yang menyisir pantai memberikan latar belakang yang sempurna untuk kegiatan rolling thunder sore hari. Para komunitas motor di sini sering mengadakan pertemuan di area Pantai Panjang, di mana deretan motor kustom yang berkilau menjadi pusat perhatian warga sekitar. Hal ini secara tidak langsung menciptakan ekosistem ekonomi baru, di mana permintaan akan komponen motor, jasa pengecatan, hingga pakaian khusus pengendara motor meningkat drastis.
