Provinsi Bengkulu menyimpan lembaran sejarah yang sangat kaya, terutama yang berkaitan dengan masa pendudukan Inggris dan Belanda di Nusantara. Bagi komunitas HDCI, jalanan Bengkulu bukan sekadar aspal untuk dipacu, melainkan lorong waktu yang membawa mereka kembali ke masa silam. Kegiatan menelusuri jejak sejarah ini menjadi agenda rutin yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi para anggota terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan potensi wisata sejarah yang ada di wilayah pesisir barat Sumatera ini kepada khalayak yang lebih luas.
Salah satu titik fokus utama dalam perjalanan ini adalah Benteng Marlborough, sebuah benteng peninggalan Inggris yang berdiri megah menghadap Samudera Hindia. Kehadiran barisan motor besar di halaman benteng menciptakan kontras visual yang menarik antara teknologi otomotif modern dan kemegahan arsitektur kolonial masa lalu. Para anggota komunitas berkesempatan untuk mempelajari struktur bangunan yang dibangun oleh East India Company (EIC) tersebut, yang hingga kini masih berdiri kokoh dengan ciri khas dinding tebal dan parit pelindung. Melalui kunjungan ini, HDCI ingin menunjukkan bahwa touring bisa menjadi sarana edukasi yang sangat efektif dan menyenangkan.
Tidak jauh dari benteng, perjalanan berlanjut menuju rumah pengasingan Bung Karno. Bangunan ini merupakan saksi bisu perjuangan proklamator bangsa selama masa pembuangan di Bengkulu. Struktur rumah yang masih terawat dengan baik, lengkap dengan interior khas era 1930-an, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana arsitektur pada masa itu mengadaptasi iklim tropis Indonesia dengan plafon tinggi dan jendela besar. Mengunjungi situs-situs seperti ini memberikan dimensi spiritual dalam perjalanan komunitas, di mana rasa nasionalisme dipupuk kembali melalui refleksi atas perjuangan para pahlawan di masa lampau.
Sepanjang perjalanan di pusat kota, rombongan juga melewati berbagai gedung pemerintahan dan sekolah yang masih mempertahankan gaya bangunan lama. Pengamatan terhadap detail arsitektur ini menjadi bahan diskusi yang menarik di antara para pengendara. Bengkulu memiliki karakteristik unik dibandingkan kota lain di Indonesia karena pengaruh Inggris (Bencoolen) yang cukup kuat sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda melalui Traktat London. Perpaduan gaya bangunan ini menciptakan lanskap kota yang tidak ditemukan di daerah lain, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah dan fotografi.
