Bengkulu, selain terkenal dengan kekayaan alamnya, juga menyimpan situs sejarah penting yang terkait erat dengan Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Soekarno. Di kota inilah, Soekarno pernah menjalani masa pengasingan dan ditahan di sebuah rumah dan kemudian penjara Soekarno oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Baru-baru ini, komunitas motor besar setempat, HDCI Bengkulu, melakukan touring yang terkesan rahasia ke lokasi bersejarah tersebut. Judul “TERCIDUK!” mengisyaratkan adanya misi khusus yang dicurigai publik, memicu pertanyaan: apa yang sebenarnya dicari oleh HDCI Bengkulu di bekas penjara Soekarno?
HDCI Bengkulu merupakan komunitas yang memiliki awareness tinggi terhadap warisan lokal, dan kunjungan ke situs sejarah seperti bekas penjara Soekarno sebenarnya bukan hal baru bagi mereka. Namun, kali ini, touring tersebut dilakukan dengan kerahasiaan yang cukup tinggi, memicu spekulasi bahwa mereka sedang mengincar sesuatu yang lebih dari sekadar kunjungan wisata biasa. Bekas penjara Soekarno sendiri kini difungsikan sebagai museum dan situs cagar budaya yang menyimpan banyak cerita dan peninggalan. Touring mendadak HDCI Bengkulu ini berhasil menjadi sorotan publik dan media, menciptakan narasi yang SEO friendly dan menggugah rasa ingin tahu.
Publik mulai berspekulasi. Apakah HDCI Bengkulu sedang mencari artefak yang tersembunyi? Atau, adakah mereka sedang merencanakan kegiatan charity besar yang ingin dirahasiakan sebelum pelaksanaannya? Pengurus HDCI Bengkulu akhirnya memberikan klarifikasi yang membuka wawasan baru. Kunjungan ke bekas penjara Soekarno ini merupakan bagian dari inisiatif untuk menyusun sebuah buku atau film dokumenter pendek mengenai jejak sejarah motor di masa penjajahan dan peran para tokoh nasional, termasuk Soekarno, yang memiliki ketertarikan pada kendaraan.
Dengan motor heavy-duty mereka, anggota HDCI Bengkulu tidak hanya melihat situs tersebut sebagai museum, tetapi juga sebagai lokasi yang sangat relevan dengan semangat kemerdekaan dan ketahanan. Mereka memanfaatkan touring ini untuk mendalami filosofi dan perjuangan Soekarno di penjara Soekarno, yang kemudian mereka jadikan inspirasi untuk semangat persaudaraan dan ketahanan komunitas. Riding ke sana menjadi sebuah ritual penghormatan dan penguatan identitas sebagai warga negara yang menghargai jasa pahlawan.
Secara spesifik, HDCI Bengkulu melakukan observasi mendalam tentang bagaimana arsitektur penjara Soekarno dapat menceritakan kisah perjuangan. Mereka juga menjalin komunikasi dengan para sejarawan dan juru kunci situs untuk mendapatkan detail-detail kecil yang mungkin terlewat oleh pengunjung biasa. Output dari kegiatan HDCI Bengkulu ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan internal komunitas, tetapi juga bahan edukasi yang dapat dinikmati publik, terutama generasi muda, untuk lebih menghargai situs-situs sejarah.
